Long time no see my story, right?
A few hours ago, i signed in to my facebook and read some notes from Choyana Kwok, one of them is about why she likes Liliyana Natsir. When i read her note, i was thinking about something that connects me and badminton hahaha what a silly thought from me. I feel my interest with badminton is a destiny from Allah SWT hahaha it's a silly thought from me (again) :(
Karena Bulutangkis, saya mengetahui bahwa di keluarga Ibu saya ada 3 generasi yang menyukai bulutangkis (Nenek saya, Ibu saya, dan Saya).
Karena Bulutangkis, saya mengenal Nadhira, Dian, Mitha, Annur, Keshia, Lala, Fanny, dan teman-teman yg namanya tidak saya tuliskan satu persatu.
Karena Bulutangkis, saya menjadi semakin akrab dengan Trixie, Anis, Lufiana, dan Yuli dan teman-teman yg namanya tidak saya tuliskan satu persatu.
Karena Bulutangkis, saya mengenal sosok Liliyana Natsir yang saya kagumi hingga sekarang.
Karena Bulutangkis, saya bisa menurunkan berat badan saya.
Karena Bulutangkis, saya menjadi berani pergi dengan Bus Umum dan Busway.
Karena Bulutangkis, saya mengetahui makna sesungguhnya dari sebuah 'Nasionalisme'.
Dari bulutangkis, saya mempelajari bahwa hidup seseorang tidak mungkin selalu senang dan tidak mungkin selalu sedih. Ada kalanya kalian merasa sangat senang dengan apa yang kalian raih. Namun karena kalian terlalu terlena dengan apa yang telah kalian raih, kalian menjadi malas dan tidak berusaha untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi.
Dari bulutangkis, saya mempelajari bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri. Meskipun kalian mencoba sekeras yang kalian mampu, pada akhirnya kalian akan mendapat hasil yang kurang maksimal.
Dari bulutangkis, saya mempelajari bahwa jika kalian sombong dengan apa yang kalian miliki, suatu saat kalian akan kehilangan apa yang telah kalian miliki.
Dari bulutangkis, saya mempelajari bahwa untuk menjadi seseorang yang berhasil, kalian
harus memiliki mental yang kuat. Jika mental kalian kurang kuat, bisa saja kalian akan kalah sebelum berperang.
Sesuatu yang mungkin menurut kalian adalah hal kecil, tapi hal kecil itu sangat bermakna untuk saya, itulah Bulutangkis.
Terimakasih Ya Allah, karena Engkau telah mempertemukanku dengan Bulutangkis.
Wassalam :)
0 komentar:
Post a Comment